Facebook Page

SELAMAT DATANG DI BLOG DETASEMEN C PELOPOR SATBRIMOB POLDA KALTIM

Senin, 13 Maret 2017

3 Pemakai Sabu Diringkus Intel Brimob Tarakan


Tarakan – Satuan Intel Brimob (Intelmob) Batalyon C Pelopor Tarakan yang dipimpin Aipda Supriyanto berhasil meringkus 3 orang pelaku yang diduga terlibat dalam bisnis peredaran narkotika jenis Sabu dari salah satu rumah  yang berada di Jl. Gajah Mada RT. 03, Kelurahan Karang Anyar Pantai, Kecamatan Tarakan Barat, Kota Tarakan, Kalimantan Utara, Selasa (21/02/2017) petang. Berawal dari laporan masyarakat bahwa di Jl. Gajah Mada sering terjadi transaksi narkoba jenis sabu-sabu. Mendapatkan laporan tersebut, Unit Intel melaporkan kepada Danyon C Pelopor AKBP Henzly Moningkey selanjutnya diperintahkan lidik dan pulbaket yang dipimpin oleh Aipda Supriyanto.“Setelah mendapatkan laporan, anggota Intelmob langsung bergerak menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP). Setelah berhasil masuk di dalam rumah yang menjadi target, anggota mendapatkan tiga orang dalam satu ruangan sedang asyik mengkonsumsi sabu,” terang Komandan Batalyon C Pelopor Satbrimob Polda Kaltim Tarakan, AKBP Henzly Moningkey melalui Kanit Resintelmob Aipda Supriyanto.
 Ketiga pelaku yang berhasil ditangkap kini ditahan dan masih menjalani pemeriksaan diruang Intelmob Batalyon C Pelopor Jalan Bhayangkara Pasir Putih Tarakan antara lain DA (42) warga Jl. Gajahmada RT. 03 Kel. Karang Anyar Pantai Kec. Tarakan Barat, JU (29) warga Jalan Jl.Belimbing RT. 013 Kel. Kampung Empat Kec. Tarakan Timur, IR (38) warga Karang Rejo RT. 02 Kel. Karang Rejo Kec. Tarakan Barat.
Selain mengamankan Tiga pelaku, unit Intelmob juga menyita barang bukti berupa 9 plastik bening berisikan sabu-sabu seberat 7,62 gram, penjempit kertas, tas hitam, amplop, satu set plastik pembungkus sabu-sabu, pipet plastik, gunting, Dua unit handphone, satu set alat hisap atau bong, sendok takaran, korek api, timbangan digital dan uang tunai Rp 1,9 juta diduga hasil menjual sabu. 

Dikonfirmasi secara terpisah, Kasat Brimob Polda Kaltim Kombes Pol. Heri Heryandi. SIK melalui Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Satbrimob Polda Kaltim, AKP Iwan Pamuji, SH mengatakan, sabu yang digunakan oleh ketiga pelaku merupakan milik DA. “Selanjutnya tersangka berikut barang bukti yang diamankan oleh unit Intelmob telah diserahkan ke Satreskoba Polres Tarakan guna dilakukan penyelidikan lebih lanjut” pungkas AKP Iwan Pamuji.(*PID/TRK)

SRUKTUR ORGANISASI DETASEMEN C PELOPOR


Kamis, 02 Maret 2017

BRIMOB DEN C POR LAKSANAKAN RIKKES BERKALA BERSAMA POLRES TARAKAN


Tarakan – Sebanyak 32 Personel Detasemen C Pelopor Satbrimob Polda Kaltim bersama dengan Polres Tarakan melaksanakan pemeriksaan kesehatan berkala oleh Biddokkes Polda Kaltim yang bekerja sama dengan Cahaya Medika Laboratorium di Klinik Polres Tarakan kemarin, hari kamis (2/3)
Dalam pelaksanaannya,  Rikkes berkala berjalan sesuai dengan prosedur dari tahapan pendaftaran, pemberian formulir, pengambilan darah dan Urine, pengecekan Fisik seperti TB dan BB, Observasi Tanda-tanda Vital seperti cek Tensi dan Nadi, pengecekan EKG, Observasi treadmill, pengecekan Ontodogram, pemantauan keluhan kesehatan oleh Dokter Umum, pengecekan Gigi dan terakhir pengisian pertanyaan dalam therapy Keswa.
Kasat Brimob Polda Kaltim Kombes Pol. Heri Heryandi, SIK melalui Kepala Detasemen C Pelopor AKBP Henzly Moningkey, SIK, M.Si menjelaskan "Selain memberikan therapy pengobatan Tim dokter juga melakukan penyuluhan kesehatan bagi Personil Brimob Detasemen C Pelopor dan Polres Tarakan, yang mengikuti Rikkes berkala".
Kendala saat kegiatan berlangsung adalah kurangnya tenaga medis dari Biddokes Polda Kaltim yang tak sebanding dengan jumlah peserta rikkes berkala yang merupakan gabungan 2 (dua) kesatuan yaitu Brimob Detasemen C Pelopor dan Polres Tarakan. Selain itu juga tidak fokusnya Personil Polri saat mengerjakan pengisian pertanyaan Keswa dikarenakan situasi ramai serta tempat yang tidak maksimal, sehingga seharusnya dalam mengerjakan pengisian pertanyaan Keswa harus diwaktu dan tempat yang memudahkan untuk berkonsetrasi dan rasa nyaman.
Namun secara keseluruhan Kegiatan Pemeriksaan Kesehatan berkala ini dapat berjalan dengan tertib dan terarah. Walaupun  dengan kondisi tempat di Klinik Polres Tarakan yang tidak memadai, peserta Rikkes berkala merasa puas dapat mengetahui kondisi kesehatan masing-masing personel. Dengan kondisi tubuh yang sehat, dapat menunjang pelaksanaan tugas dalam memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat secara maksimal.(ries/PID)

Senin, 06 Februari 2017

JAGA STABILITAS KEAMANAN IBUKOTA, POLDA KALTIM KIRIM SETENGAH KEKUATAN BRIMOB

BALIKPAPAN - Untuk menjaga stabilitas keamanan Jakarta, Ibu Kota Negara menjelang Pilkada DKI Jakarta 2017, Polri mengerahkan kekuatan penuh mengantisipasi ancaman gangguan Kamtibmas. Pasukan Brigade Mobil (Brimob) Polda dari berbagai daerah non-penyelenggaraan Pilkada ditarik ke Jakarta.
Tak terkecuali Polda Kaltim, sebanyak 670 pasukan Brimob Polda Kaltim terbang ke Ibu Kota Negara, Rabu (8/2/2017) mendatang.
Diketahui Polda Kaltim mengirim pasukan paling banyak di antara Polda lainnya.
"Untuk mengamankan Pilkada serentak 2017, Polda Kaltim diminta menyiapkan 6 SSK (Satuan Setingkat Kompi)," ujar Dansat Brimob Polda Kaltim Kombes Pol Heri Heryadi SIK kepada Tribunkaltim.co, Senin (6/2/2017).
Ratusan personel Brimob Polda Kaltim akan membackup Polda Metro Jaya mengamankan pesta Demokrasi DKI Jakarta hingga 12 Februari 2017.
Tak tanggung-tanggung, setengah kekuatan prajurit Brimob Polda Kaltim dikerahkan ke Ibu Kota.
"Secara keseluruhan kami (Brimob Polda Kaltim) memiliki 1.382 prajurit. Bisa dibilang hampir setengah kekuatan ke Jakarta," katanya.
Pengerahan kekuatan tersebut tak lepas dari kondisi Kaltim yang saat ini tidak menyelenggarakan Pilkada. Selain itu pusat menilai situasi di provinsi penghasil minyak dan batu bara dapat dikategorikan kondusif.
"Sudah jauh hari sebelum ini Pusat memang sudah meminta. Makanya sebelum diperintah, prajurit seperti biasa melakukan latihan," bebernya.
Adapun spesifikasi prajurit yang diturunkan, mulai dari Prajurit PHH (Pasukan Anti Huru Hara), Gegana, Anti Teror, dan Anti Anarkis.
Untuk diketahui,  mereka akan terbang dari 2 lokasi berbeda, Balikpapan dan Tarakan.
"Kita ini Brimob Nusantara, tidak mengenal batas Wilayah. Jika negara membutuhkan, harus siap kapan saja," ungkapnya. (*)

Sumber : http://kaltim.tribunnews.com